Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Menilik Dinasti Politik Jokowi, Sang Presiden Siapkan Gibran Jadi Pengganti Anies Baswedan di Jakarta

๐Ÿ…ท๐Ÿ…ฐ๐Ÿ…ฝ ๐Ÿ…ณ๐Ÿ†๐Ÿ†ˆ
1 Des 2022, 16:59 WIB Last Updated 2022-12-01T09:59:54Z
KORANTALK - Beberapa atraksi politik Presiden Joko Widodo alias Jokowi jadi sorotan publik. Tidak cuma endorse bakal calon presiden tertentu, tetapi Jokowi pula tengah mempersiapkan putranya, Gibran Rakabuming Raka buat jadi pemimpin di DKI Jakarta sehabis Anies Baswedan.

Ahli hukum tata negeri Refly Harun berkomentar, Jokowi telah mulai mempersiapkan panggung kekuasaan buat keluarganya.

" Jangan kurang ingat political dynasty, dinasti politik yang mereka bangun, yang Jokowi bangun," kata Refly dikutip dari Wartaekonomi-- jaringan Suara. com, Kamis( 1/ 12/ 2022).

Apalagi, Jokowi dinilai hendak bawa putra bungsunya, Kaesang Pangarep, buat ikut serta meramaikan dunia politik. Walaupun sepanjang ini Kaesang jadi salah satunya anak Jokowi yang masih bertahan di dunia bisnis.

" Bobby Nasution diperkirakan ia minimun jadi Wakil Gubernur, ataupun apalagi Gubernur Sumatera Utara dalam Pilkada selanjutnya," ucapnya.

" Kemudian setelah itu Gibran Rakabuming itu hendak lompat ke DKI 1, ataupun setidak- tidaknya Jawa Tengah 1. Setelah itu nanti Kaesang Pangarep hendak masuk Solo," sambungnya.

Refly lalu menguak sebagian alibi lain Jokowi bersikukuh mempertahankan pengaruh politiknya. Semacam buat menutupi permasalahan Kilometer 50, isu ijazah palsu, hingga mega proyek Bunda Kota Negeri ataupun IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

" Jika kita bicara jadwal semacam Kilometer 50, apakah Presiden Jokowi tidak ketar- ketir jika ini dibuka? Sebab hendak mengaitkan Istana selaku orang yang membiarkan sangat tidak. Jelas- jelas terdapat pelanggaran hak asasi manusia di mari tetapi setelah itu tidak ditindaklanjuti," ungkap Refly.

Dia apalagi menyamakan perilaku Jokowi kala menjawab permasalahan pembunuhan berencana Brigadir J oleh Ferdy Sambo, dan kejadian Kanjuruhan yang membunuh ratusan nyawa pendukung Arema FC. Alasannya Jokowi dinilai sangat reaktif serta langsung berikan instruksi spesial di kedua permasalahan tersebut.

" Yang kedua isu ijazah palsu hingga saat ini belum diklarifikasi, kita belum ketahui kebenaran substantifnya," ucap Refly.

" Berikutnya merupakan IKN, seandainya tidak dilanjutkan oleh rezim yang baru. Jika rezimnya pro Jokowi ataupun boneka Jokowi, ia memiliki jaminan buat dilanjutkan," sambungnya.

Tidak menutup mungkin bila Jokowi tidak berkuasa serta pemimpin selanjutnya tidak pro Jokowi, mega proyek IKN dapat diungkit jadi skandal tindak pidana korupsi.

Sedangkan permasalahan terakhir yang diungkit Refly merupakan proyek mangkrak kereta kilat." Yang awal mulanya Keppres- nya business to business, tetapi saat ini pemakaian duit APBN buat membiayai," tuturnya.

Bagi Refly, alasan- alasan yang dikemukakannya masuk ide. Dia berkomentar Jokowi mempunyai banyak sekali kepentingan sehingga dikala ini terus berupaya memelihara kekuatan politiknya. 


Dapatkan update berita setiap hari dari korantalk.news , Mari bergabung di Grup Telegram caranya klik Link Ini ╰┈➤ ( https://t.me/korantalk_news ) kemudian join °༄°

                                  (¯´•._.•TERIMAKASIH•._.•´¯)

iklan