Iklan

iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Wanita Paruh Baya Tewas Dibunuh Anak Kekasih, Ini Penyebabnya

Zelda
2 Apr 2022, 19:51 WIB Last Updated 2022-04-02T13:01:06Z


Korantalk - Seorang wanita paruh baya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, ON (54) ditemukan tewas di dalam rumahnya di Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir BP Mandoge, Kabupaten Asahan, Kamis dini hari, 31 Maret 2022, sekitar pukul 02.30 WIB.

Menerima laporan tersebut, petugas kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan melakukan olah TKP dan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha mengatakan berdasarkan hasil penyidikan pelaku diketahui ESG (30) yang merupakan warga Desa Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kecamatan Bnadar Pasir BP Mandoge, Kabupaten Asahan.

Pelaku berhasil diamankan tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan dan Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut saat melarikan diri ke Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, pada hari itu juga.

"Lalu sekira pukul 15.30 WIB, Unit Jatarnas Polres Asahan beserta Subdit III Dit Reskrimum Poldasu berhasil mengamankan pelaku di Kecamatan Tanjung Morawa," ucap Putu, dalam jumpa pers di Mkao Polres Asahan, Jumat 1 April 2022.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya.Namun saat melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti pelaku mencoba melawan petugas dan melarikan diri. Akibatnya, polisi menembak kedua kaki pelaku di bagian betisnya.

Putu mengungkapkan motif pembunuhan ini, karena dipicu dendam dan sakit hati terhadap korban. Karena, korban disebut memadu kasih dengan ayah kandung pelaku. Karena, pelaku tidak suka dengan korban sempat melarang ayahnya untuk berpacaran dengan wanita tua berstatus janda itu.

"Pelaku sakit hati terhadap korban, dikarenakan korban memiliki hubungan asmara dengan ayah pelaku. Bahkan, sebelum ibu pelaku meninggal dunia. Antara korban dan ayah pelaku sudah memiliki hubungan asmara," jelas mantan Kapolres Tanjungbalai itu.

Dalam pengakuan pelaku, Putu mengatakan korban sempat dinasehati untuk tidak berpacaran dengan ayah kandungnya. Namun, sebaliknya korban tidak terima dan malah memaki pelaku.

Kemudian, emosi pelaku memuncak melihat ayah kandungnya sedang duduk bersama korban di sebuah warung jus, Rabu malam, 30 Maret 2022, sekitar Pukul 22.00 WIB. Melihat hal itu, pelaku niat untuk menghabisi nyawa kekasih ayahnya tersebut.

Baca Juga : Bocah 8 Tahun Hanyut di Sungai Kupang Batang Ditemukan Tewas

"Melihat hal tersebut, pelaku tidak senang dan merasa emosi dan timbul niat pelaku untuk membunuh korban," titir Putu.

Pelaku mempersiapkan diri untuk  melakukan pembunuhan tersebut, dengan membawa sebuah parang, Selanjutnya, menggunakan sepeda motor. Pelaku mendatangi rumah korban di hari kejadian tersebut.

"Tiba di dekat rumah korban, pelaku lalu memakirkan sepeda motor. Di bawah pohon sawit yang berjarak sekitar 3 meter dari rumah korban," kata Mnatan Kasat Reskrim Polrstabes Medan itu.

Pelaku Kemudian berjalan kaki ke rumah korban. Lalu dia masuk ke rumah dari salah satu kaca jendela korban.

"Situasi rumah korban (saat itu) dalam keadaan gelap. Dia Langsung mendatangi kamar paling depan, kemudian berusaha mendorong kamar tersebut, namun belum bisa dibuka," sebut Putu.

Saat berusaha membuka pintu, korban terbangun dan menghidupkan cahaya lampu. Korban lalu mengatakan "siapa itu" sambil berjalan mengarah ke pintu kamar.

"Ketika korban mendekati pintu kamar, pelaku langsung menusukan perang yang sudah dipegang oleh pelaku ke arah dada korban sebanyak 3 kali dan kemudian menebaskan parang ke arah korban berulang kali. Sehingga korban mengalami luka parah," kata Putu.

Saat korban berteriak kesakitan, anak korban terbangun, selanjutnya tersangka melarikan diri melalui jendela depan. Sementara korban tewas bersimbah darah.

"Selanjutnya pelaku membuang parang yang pelaku pakai di kebun sawit," ujarnya.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Dia mengambil pakaian dan pergi menuju ke Bandara Kualanamu. Dia Hendak melarikan diri ke Kota Makasar. Namun, lebih dulu amankan dalam perjalanan di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Kini, tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Mako Polres Asahan guna proses menjalani hukum selanjutnya. Sedangkan, pelaku dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Dapatkan update berita dan breaking news setiap hari dari Korantalk.news Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link https://t.me/korantalk_news , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

iklan